💕Dari Dapur Ke Meja Bakso💕
(Ku Ingin Bercerita Episode 3)
Ada cerita dari balik dapur MBG keluarga kami. Saya hanya mau share tentang fakta keberadaan dapur MBG kami yang menjadi berkah tersendiri bagi kawula muda, bapack-bapack muda dan juga ibu-ibu rumah tangga.
Begini cerita mereka dari dapur ke meja bakso;
The first, cerita ini saya mulai dari Kepala Gudang yang sangat bersemangat. Begitu KS datang, ia selalu akan bilang sambil hormat kepada KS. "Tak peduli apapun kata orang, pokoknya MBG Berkah dan Harus Berlanjut. Oke gas oke gas. Kita ga mundur kita tetap gaaas". Hhmmm, senang pulak hati saya mendengarnya. Ada seru-seru gimana, melihat ada orang bahagia karena saya.
Rata-rata kawula muda bahagia bekerja di dapur MBG keluarga kami, mereka sangat menikmati dan tak ingin pindah ke lain hati. Oh iya. Ada banyak cerita tawa di Bagian Paling Basah, Tepatnya Para Pencuci Ompreng. Sesekali kan saya mampir tuh pulang kantor di sore hari. Begitu pintu terbuka, saya masuk. Terdengar oleh saya, mereka yang ditempatkan di tempat paling basah tu bawaan nya emang lucu-lucu sekali. Ha, gini katanya mereka waktu itu."Buat Bapak Prabowo, terima kasih PakWo, sudah membuat saya kerja di MBG Bu KS. Haaa. Di tempat basah pulak, wkwkwka. Anjaaay". Lalu saya yang mendengarnya pun ikut tertawa juga hahaha.
Hari-hari berganti. Tawa pun bercampur haru. Malam itu, di sudut meja persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi. Lia berdiri dengan pisau di tangan. Potongan ayam, irisan wortel, kacang panjang, buncis, hingga tempe tertata rapi menunggu tim juru masak. Kalau pas lihat saya, dia langsung njawab tanpa ditanya. “Kak, Lia tadi potong-potong wortel hampir sekarung, buncis, dan tempe. Ini kak, wortel nya. Bagaimana? Cocok model potongan wortel nya, kakaaak?". Hehehe, saya hanya menjawab, "Aduh, jangan tanya saya. Tanya Ahli gizi dan Juru masak yaa. Koordinasi", tambah saya lagi. Tugasnya mungkin terlihat sederhana, tetapi dari tangannya lah ribuan porsi makanan bermula.
Saya pindah ke Bagian Pengolahan. Begini kata mereka dengan penuh syukur begitu saya masuk ke area kekuasaan mereka. "Dulu, kita para IRT merasa tersisihkan, Bu KS. Kita sulit sekali mencari kerja. Kini, dapur MBG keluarga Bu KS bisa menampung kita para IRT. Kita sangat bersyukur bisa diterima bekerja di sini. Mari kita besemangat kengkawan untuk belajar dan berlatih agar tidak ngantuk demi bisa menyediakan menu makanan yang sehat dan bergizi", kata Bu Neng. Berkaca-kaca mata saya dibuatnya😔. Lalu saya pamit, saya pulang kerumah dan menemukan putra saya sudah tertidur tanpa dongeng.
Dinihari saya kembali ke Dapur yang ga pernah tidur. Dapur memang ga pernah tidur. Apakah kamu penasaran ada cerita apa saja dibalik program makan bergizi gratis? Saya iya. Dari dapur MBG, mereka mengantungkan harapan hidup. Benar. Keberadaan Dapur SPPG kami membuka lowongan pekerjaan bagi warga setempat.
Kembali. Cerita mengharu biru datang dari Sulastri. Ia adalah Ketua Rombongan Pemorsian. Sebelum bekerja di dapur SPPG kami, Lastri merupakan ibu rumah tangga tunggal yang bekerja serabutan di lingkungannya demi anaknya yang kuliah S1 Pertanian. Suaminya sudah meninggal. Iya, seorang ibu yang harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup dan anaknya yang sedang kuliah. Meski beban punggungnya semakin berat, tak sedikitpun membuat dirinya patah arang. Sudah hampir bertahun-tahun ia bekerja mengikut saya. Sudah menjadi cleaning service di kantor tempat saya bekerja. Kemudian ia memilih berhenti karena saya harus pindah kantor, lalu ikut bekerja di kebun saya. Semua ia lakoni sampai bekerja di rumah saya.
Baru sekarang ia bilang sama saya klo ia merasa bekerja yang berkelas. Hiiks, sudah pakai seragam, katanya. Lastri bangun dinihari, katanya jam 3 pagi. Ia bekerja dari fajar menjelang di dapur SPPG Banjar Padang menuju siang hari. Dalam sehari, Lastri dan rekan lainnya di dapur SPPG kami menyiapkan hampir 2000 porsi dengan realisasi 1651 penerima dari kelompok pendidikan sekolah. Cakupan distribusi untuk sekolah meliputi sekolah TK Paud sederajat, Sekolah Dasar sederajat, SMP dan MTS di wilayah Kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing, Riau.
Katanya ya, ia memikul beban tanggung jawab besar atas kesehatan para siswa, Lastri dan rekan lainnya bekerja dengan penuh kehati-hatian, sebagaimana ia menyajikan hidangan sarapan untuk sang buah hati di rumahnya. Menu harus menarik di dalam ompreng, selain enak. Masakan yang di distribusikan kan di dapur SPPG kami tentu saja harus mencakup menu protein hewani, protein nabati, sayur, buah dan karbo hidrat, serta susu, telor dan gandum untuk weekend. Kami menjaga dengan ketat setiap proses penyajian masakan untuk program MBG. Mulai dari pemilihan buah, pengepakan, hingga distribusi. Semua dilakukan dibawah pengawasan ahli gizi. Hal ini tak lain untuk memberikan hasil masakan terbaik yang akan disajikan untuk penerima manfaat MBG dari dapur kami.
Sebelum berangkat ke kantor, saya juga mampir sebentar. Pekerja dapur SPPG, Wenda sopir startgazer juga mengatakan, ia merasa dimudahkan dengan adanya dapur MBG di lingkungannya. Wenda memilih membantu ekonomi keluarga terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Dulu Wenda hanya bekerja kepada keluarga kami, bagian mengantar bibit pisang cavendis ke kebun kami. Sekarang sudah mau mintak belikan baju Superman tapi ukurannya L ahaha. Secara, Wenda kan gemuk, kak KS. Ha-ha-ha, lucunya Wenda. Begitu juga Bembi, tenaga official kami yang sedari dulu bekerja dari awal pembangunan dapur selalu berterimakasih kasih pada KS karena berkat MBG Keswita, ia bisa membantu pengobatan mamanya yang lagi sakit. Terharu saya.
Sepanjang malam sebelum tidur, tak berhenti mata saya berkaca-kaca bila mengingat selalu ada banyak cerita dari dapur ke meja bakso. Di tengah riuh suara hujan yang jatuh di atap seng malam ini, Dear Diary ; saya putuskan kembali menulis di KS Story. Kuingin Bercerita, ternyata sudah mau Episode 3. Hehe, lama kali tidak menulis.
Saya sedang mengetik......
"Betapa Dapur MBG yang saya dirikan ini menjadi salah satu titik penting penggerak ekonomi warga sekitar saya. Lalu air mata menetes seketika. Hilang rasa sakit hati saya, ketika saya dihujat-hujat MBG No, Saya sendiri yang bilang MBG Yes. Tak peduli saya menghabiskan berapa banyak uang untuk ini. Hiikss. Artinya apa? Sekarang...., keberadaan dapur SPPG keluarga kami telah memberikan dampak ekonomi nyata pada masyarakat sekitar. Nice. Ini sungguh menyenangkan".
Banyak cerita yang tak tertulis setiap hari nya dari balik dapur MBG kami. Semacam ; "Bersyukur sekali saya bisa kerja di dapur MBG Bu KS di usia saat ini, bisa bantu ekonomi keluarga, buat kuliah anak sama dapur saya bisa tetep ngepul juga" ungkap Elly. Artinya Dapur MBG kami mampu serap pekerja Lokal, dan menggerakkan ekonomi warga sekitar. Seperti dalam videoklip Kuingin Bercerita Episode 3 Dari Dapur Ke Meja Bakso.
Lagi-lagi, Atun yang doyan bakso bilang ; "Akhirnya, saya bisa makan bakso lagi xixixi".
Fakta membuktikan, ada peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai efek langsung dari program MBG. Meningkatnya pendapatan para pekerja dapur, sehingga mendorong konsumsi rumah tangga di tingkat pedesaan.
Sedangkan Dek ya, dulu nya hanya penjaga warung disebelah rumahnya. Dan entah kenapa tiba-tiba warung itu tidak buka lagi. Katanya Dek ya sepi pembeli, ekonomi lesuh. Beruntung, ia bisa bekerja di dapur MBG. "Dari hasil kerja Dek ya di dapur MBG kami, Dek Ya jadi bisa nabung buat masa depan Dek Yaa dan ngasih ke orang tua Dek Yaa di rumah" ujarnya.
Yups. Keberadaan dapur SPPG kami sebagai bukti nyata meningkatkan konsumsi rumah tangga warga sekitar. Pekerja dapur kami bercerita, sekarang bisa kembali beli motor meskipun kredit, bisa beli panci laaageee dan beli bakso hehehe. Bayangkan, Warung Bakso pun ikut kecipratan dapur MBG. Begitu Juga Toko Pecah Belah, dan Dealer Motor. Dan bagi sebagian orang, dapur MBG kami adalah salah satu jawaban dari doa-doanya yang terkabul di tengah kesulitan. Masih ada banyak cerita dari mereka yang merasa hidupnya jauh lebih baik dari kepulan asap di Dapur SPPG milik keluarga kami. Tak sanggup saya tuliskan lebih lengkap di episode ini, saking banyaknya cerita di balik dapur MBG.
Pemirsah....,
Saya KS meyakini program MBG tak sekedar memberi makan gratis, tapi juga membuka kesempatan kerja bagi semua kalangan. Program MBG ini terbukti, tidak sekedar memberikan asupan nutrisi bagi siswa, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di tingkat desa. Dan dampak yang paling terasa dari keberadaan program MBG ini, adalah berubahnya pola perilaku siswa di sekolah. Dari yang tidak biasa sarapan, kini mereka teratur untuk makan sebelum belajar. Siswa lebih menangkap pelajaran. Dan saya mendapatkan laporan dari para guru langsung, bahwa tingkat kehadiran siswa sekarang meningkat ya, Bu KS. Mereka lebih rajin masuk sekolah karena tahu ada makanan enak dari SPPG Banjar Padang. Amazing.
Cerita ini baru sepenggal di Meja Bakso. This is Real Story. Akan selalu ada cerita di balik dapur MBG kami. Tetap terhubung di KS Story yaa🙋!
#KSStory
#KuinginBercerita #Episode3
#DariDapurKeMejaBakso

Komentar
Posting Komentar