Langsung ke konten utama

đź’•Dapur MBG Jadi Pusat Harapan Baruđź’•

https://youtube.com/shorts/FjxIf_8FfZA?si=RpcJEhIJ44AC_rbl

đź’•Dapur MBG Jadi Pusat Harapan Baruđź’•

(Kuingin Bercerita Episode 4)


Ribuan kisah tumbuh dari Dapur-Dapur Makan Bergizi Gratis. Di balik program Makan Bergizi Gratis, ada 1.6 juta kisah baru tentang kerja, harapan, dan kehidupan yang tersambung sejak awal 2025. Sejak resmi bergulir awal Januari 2025, program besutan Badan Gizi Nasional ini telah membuka jalan penghidupan bagi 1,6jt orang bahkan lebih dari berbagai latar belakang. Iya, lebih dari 1,6jt orang yang hidupnya tersambung dari Program MBG. 


Mari kita hitung bersama! Dalam setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tak hanya makanan yang disiapkan, __tapi juga nasib-nasib yang kembali bertunas. Bayangkan! Satu dapur SPPG saja bisa serap relawan sebanyak 47 orang. Tak sedikit yang sebelumnya merupakan pengangguran pasca pandemi, kini memegang peran vital di dapur komunitas. Dari 32rb dapur SPPG, ditempatkan BGN 3 orang tenaga kerja. Mereka adalah Ka SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan. 1 Dapur 1 Kepala SPPG. Ahli gizi yang sebelumnya terbatas ruang kerja, kini punya panggung untuk mengaplikasikan ilmunya secara langsung. Akuntan muda lulusan perguruan tinggi daerah kini berperan menjaga transparansi anggaran gizi. Sehingga dalam 1 dapur SPPG serap tenaga kerja lokal sebanyak 50 orang. Kalikan 32rb dapur SPPG se Indonesia, fix. Tidak salah lagi, ada 1,6jt orang yang hidupnya tersambung dari Dapur MBG. Itu cerita di balik dapur.


Belum lagi supplier. 1 SPPG membutuhkan minimal 15 supplier. Mereka adalah petani peternak, dan UMKM lokal. 1 supplier biasanya mempekerjakan antara 5 sampai 15 orang. Kita hitung lagi ya. Petani cabai saja mempekerjakan tenaga kerja lokal, mulai dari pembukaan lahan hingga panen ada sekitar 15 orang. Petani buah juga mempekerjakan tenaga kerja lokal setidaknya 10 orang. Petani sayur, ada 5 orang. Peternak ayam pedaging butuh karyawan mulai dari supir hingga pemotongan ayam ada mungkin 10 orang. Peternak ayam petelur, karyawannya 5 orang. Pemilik kolam ikan lele dan patin butuh pula tenaga kerja sekitar 5 orang. Kelompok ibu-ibu UMKM lokal yang membuat roti and cakes ada 20 orang. Pedagang kelontong, karyawannya 5 orang. Mari kita total! Ternyata...., ada 75 orang yang terlibat dalam pemenuhan bahan baku.


Oh iya, sebelum dapur MBG berdiri ada 15 orang tukang yang bekerja dalam persiapan infrastruktur. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari denyut kehidupan baru di desa maupun kota. Sedangkan yang ikut kecipratan Program MBG ini, mereka adalah Toko Bangunan, Toko Pecah Belah, Toko Elektronik, Dialer Mobil dan motor, Toko Kosmetik, Swalayan, Pasar Tradisional, Salon Kecantikan, sampai Warung Bakso. Ekonomi mulai tumbuh, semua bergairah. Pengusaha mulai ekspansi, kredit bank mulai kucur dan lancar. Artinya apa? Di balik keberhasilan teknis Program Makan Bergizi Gratis, tersimpan ribuan kisah manusia yang kini menjemput harapan baru dari balik dapur sederhana. Mereka kini punya ruang untuk berkarya dan berarti. 


Fakta membuktikan, MBG lah yang pada saat ini yang mampu ciptakan lapangan kerja massal. MBG adalah satu kebijakan yang efeknya berantai. MBG yang terlihat oleh banyak orang mungkin hanya sepiring makanan bagi penerima manfaat. Tapi yang bergerak, adalah satu rantai ekonomi. Dari petani yang panen di desa, dari peternak yang suplai telur dan ayam, dari UMKM ke dapur yang membuat roti setiap hari. Ke sopir, gudang, dan distribusi yang terus jalan. Satu kebijakan, yang efeknya berantai. Ini bukan uang yang berhenti di atas, tapi ini uang yang berputar di bawah. 


Pemirsah, 

Kalau 30rb dapur aktif setiap hari, berapa keluarga yang ikut hidup dari situ? Masih mau bilang ini cuma program makan? Karena kalau ini konsisten, yang tumbuh bukan cuma lapangan kerja…, tapi kekuatan ekonomi rakyat. Ingat ya teman-teman yang suka hujat sana-sini, __ini baru permulaan. 


Benar..., Dapur MBG Jadi Pusat Harapan Baru

Ada banyak kisah nyata di Balik Program MBG ini. Ada pekerjaan, ada gaji, dan ada martabat yang kembali. Ada mobil boks yang meninggalkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pagi hari yang belum sepenuhnya terang. Jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 WIB. Namun bagi sebagian orang, inilah awal hari yang paling berarti bagi mereka, dan bahkan mereka menyebutnya ini adalah awal hidup yang baru. Di balik dapur yang sudah sibuk sejak dini hari itu, bukan hanya nasi, lauk, dan sayur yang dipersiapkan. Ada cerita tentang pekerjaan yang datang setelah lama ditunggu. Tentang penghasilan yang akhirnya rutin. Tentang martabat yang perlahan kembali berdiri tegak.


Cici dan Wati adalah dua dari puluhan nama yang hidupnya berubah arah berkat program MBG. Dulu, mereka sama-sama akrab dengan ketidakpastian. Kini, hari-hari mereka diisi rutinitas kerja yang jelas dan penghasilan yang lebih terjamin. Kabarnya, Cici dah beli motor baru, huuuhu. Kak Neng, tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk bekerja. Rumahnya tepat berada di seberang dapur MBG. Beberapa langkah kaki saja. Namun jarak perubahan hidup yang ia rasakan terasa begitu jauh. Selama 10 tahun, ia berkutat menjadi pembantu rumah tangga. Pengalamannya panjang, tetapi penghasilannya tak pernah benar-benar cukup. 


Betapa, Program Makan Bergizi Presiden Prabowo ini menciptakan dampak ekonomi signifikan bagi ibu rumah tangga setempat.

Saya meyakini MBG menciptakan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. MBG, tak hanya soal pemenuhan gizi anak sekolah dan ibu hamil, program ini sukses menjadi denyut nadi baru bagi perekonomian warga di Banjar Padang, terutama bagi para ibu rumah tangga dan anak-anak muda.


Kisah haru ini saya tulis di KS Story. Dengan mata berkaca-kaca, saya menceritakan ini ke KS Story bagaimana program MBG membuka pintu rezeki bagi warga sekitar yang sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan. Ibu-ibu yang biasanya hanya berdiam di rumah, kini memiliki penghasilan tambahan yang signifikan. Saya tulis; Ini program yang bagus, ini program yang mulia. Belum lagi tukang jual tempe, tukang jual tahu, yang biasanya laku ga seberapa, __sekarang sudah laku banyak karena dapur MBG. 


Efek domino ekonomi ini sejalan dengan cetak biru program MBG yang dirancang Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tidak hanya memberi makan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dari level paling bawah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol Sony Sanjaya, S.IK, kemaren siang juga menegaskan bahwa kisah dari balik Dapur-dapur MBG Se Nusantara adalah bukti konkret dari multiplier effect yang luar biasa dari program ini.


Menurutnya, banyak pihak yang hanya melihat program ini sebagai proyek bagi-bagi kue, tanpa memahami dampak ekonomi riil yang tercipta. “Mereka melihat ini hanya pembagian kue, tapi tidak melihat multiplier effect yang diciptakan. Mereka akan melihat nanti enam bulan lagi mungkin, setelah semua, berapa pertumbuhan yang akan terjadi di Indonesia dari dampak dari makan bergizi gratis,” ujar Bapak Sony di Premier Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026).


Pemerintah optimistis, jika program ini berjalan lancar di seluruh Indonesia, target pertumbuhan ekonomi 7 hingga 8 persen bukan lagi angan-angan. Beliau bahkan menceritakan diskusi dengan Yayasan Rockefeller yang memproyeksikan multiplier effect program semacam ini bisa mencapai 75 persen, sebuah angka yang akan memicu pertumbuhan ekonomi yang dahsyat.


Nah, teman-teman,

Untuk memastikan program ini berjalan mulus dan berkualitas, pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh kepada kepala daerah. Bupati dan Walikota kini tak lagi hanya menjadi penonton, melainkan 'konduktor' dan 'arranger' utama pelaksanaan MBG di wilayahnya. Artinya apa? “Sekarang BGN tidak lagi jalan sendiri. Di daerah, yang menjadi conductornya, yang menjadi arangernya adalah Bupati/Walikota  dan Sekda sebagai Ketua Satgas. Kewenangan ini menjadi jaminan bahwa program mulia ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga terjaga kualitas dan akuntabilitasnya hingga ke piring setiap penerima manfaat.


Dari ribuan kisah yang tumbuh dari Dapur-Dapur Makan Bergizi Gratis, terdapat kisah yang mengharu biru dari para pemilik dapur. Kami dikritik tiada henti, di hujat sana sini, tapi kami tak pernah lelah dan enggan untuk berhenti. Berkontribusi terhadap negara, sudah menjadi tekad kami. Sekarang, KS cuma mau bilang; dibalik ketenangan para pemilik dapur MBG, __ada cerita panjang yang tak mudah. Namun, waktu terus berjalan, dan kita harus memilih, ikut melangkah maju atau tertinggal.


#KSStory #CeritaInspiratif

#DapurMBGJadiPusatHarapanBaru

#KuinginBercerita #Episode4

#SPPGBanjarPadang

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejuang Mimpi Episode 1 đź’•Titip Rindu Buat Ayahđź’•

https://youtu.be/wQ_qvgawe3E?si=33-Cb5-OajQ0eXfP https://youtu.be/Cl-GmAyMHIA?si=3PTqoM1mCs4JfDkQ https://youtu.be/ohF1kc5u9LE?si=GdqABS7LxAD3lNIl https://youtu.be/htn1vRetWOY?si=J_Y9KtZQVfpJi6r- https://youtu.be/vt1mgrOqGNg?si=ysd8a4aM1EM6Ols0 Pejuang Mimpi Episode 1 đź’•Titip Rindu Buat Ayahđź’• Seorang ayah berkata kepada anaknya : "KS, setiap mimpi besar yang kita miliki akan dipecah menjadi rencana-rencana kecil. Dengan begitu, kita bisa fokus melakukan dari hal-hal kecil yang ditargetkan, dan tidak terpaku agar mimpi tersebut tidak terlihat susah digapai. Rencana kecil yang dilakukan setiap harinya, membuat mimpi besar yang ada, akan terasa lebih mudah digapai. Selain itu, kita juga bisa produktif setiap harinya karena semua sudah terencana dengan baik." "Jika kita tidak mau belajar, maka tidak akan pandai dan sudah dipastikan bodoh. Jika kita tidak mau mencoba, maka selamanya tidak akan bisa apa-apa. Jika kita tidak berjuang atas apa yang di inginkan, maka selamanya t...

Pejuang Mimpi Episode 68 đź’•Jangan Malu Terlihat Hidup Sederhanađź’•

 Pejuang Mimpi Episode 68 đź’•Jangan Malu Terlihat Hidup Sederhanađź’• https://youtu.be/PxLO2CIZIMA?si=6NCxys1hEZZzHGug https://youtu.be/aUFH3qZJZiU?si=GErVVDj3K2EI2SUZ Hidup tenang adalah impian semua orang. Menurut saya pribadi definisi bahagia salah satunya yaitu ketenangan. Dan tenang itu bukan sesuatu yang bisa selalu dibeli dengan uang, buktinya masih banyak juga orang yang bergelimang harta namun hidupnya malah makin tidak tenang sebab tekanan dari hartanya, dll. Pada dasarnya, masih banyak orang yang malu atas kondisi keluarganya yang hidup dengan sederhana. Melihat orang lain hidup dengan lebih dari cukup membuat dirinya gengsi dan merasa berada di level yang paling bawah. Padahal, bukan berarti hidup sederhana harus merasa insecure. Secara logika, kita gak bisa memilih dari keluarga mana kita akan lahir dan dibesarkan. Sederhana maupun lebih dari cukup sebenarnya sama saja, yang jadi masalahnya adalah kita mau nggak menerima semua itu. Keluarga yang kita miliki adalah anugera...

Semuanya Tentang Sepakbola Part 1 đź’•Satu Tim Satu Mimpi đź’•

https://youtu.be/IHzvnZKWiNI?si=QAFraia13oiNkTnI  Semuanya Tentang Sepakbola Part 1 đź’•Satu Tim, Satu Mimpiđź’• Badan-badan mungil beraroma matahari., tatapan mata tajamnya penuh semangat. Langkah-langkah sigap penuhi optimisnya, dan antusiasme yang membuncah..., __adalah gambaran betapa besarnya harapan, dan keyakinan anak laki-laki akan masa kecilnya yang penuh warna. Kita tidak mungkin berpaling dari hal-hal seperti itu. Ya kan☺️?   Kembali menyapa penggemar KS Story, Pada artikel KS yang bertajuk Semuanya Tentang Sepakbola ini, saya hanya akan coba membahas mengenai bagian kecil namun penting, yang sering kali luput dari perhatian kita sebagai orang tua, __ yaitu mengenai pembinaan usia dini. Tanpa pernah mau peduli apakah sistem kompetisi, dan pembinaan usia dini anak laki-laki kita, sudah baik dan ideal guna menunjang mimpi-mimpinya itu.  Semuanya Tentang Sepakbola Part 1, __Satu Tim, Satu Mimpi. Ini adalah semboyan motivasi terhadap anak laki-laki dalam sepak bola yan...